Jika boleh bertanya (dan silakan jawab masing-masing di dalam hati), berapa jam yang Anda
habiskan hanya untuk bekerja dalam satu minggunya? Apakah Anda termasuk orang yang
setuju dengan pernyataan “semakin sering bekerja, semakin dekat pula kesuksesan di tangan
kita”? Bagaimana dengan akhir pekan? Apakah Anda menggunakan sebagai waktu santai dan
kesempatan untuk mengisi ulang energi, atau justru memanfaatkannya, lagi-lagi, untuk bekerja?
Dikutip dari Forbes, sebuah studi terbaru dari Stanford menunjukkan bahwa produktivitas
kerja per jam akan mulai menurun ketika seseorang telah bekerja sampai 50 jam per minggu
nya. Penurunan produktivitas akan semakin drastis ketika orang tersebut tetap bekerja setelah
55 jam. Dengan kata lain, jika Anda terbiasa bekerja sebanyak 70 jam (atau lebih) per minggu,
maka sebenarnya apa yang Anda lakukan itu sia-sia. Faktanya, Anda mendapatkan jumlah yang
sama seperti orang yang bekerja selama 55 jam.
Satu hal yang menjadi pembeda antara pengusaha biasa dan pengusaha sukses terletak pada
manajemen waktu. Pengusaha sukses sangat menghargai waktu di akhir pekan, mereka
biasanya memanfaatkan waktu tersebut untuk bersantai dan meremajakan aktivitas. Oleh sebab
itu, berikut empat tips yang bisa Anda tiru dari pengusaha sukses untuk menemukan
keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan normal:
1. Bangun di waktu yang sama seperti biasanya
Banyak orang tergoda untuk tidur lebih lama di akhir pekan karena kurangnya waktu
tidur di hari-hari kerja. Kebiasaan tersebut memang sangat terasa sangat
menyenangkan, namun memiliki waktu bangun yang tidak konsisten justru membuat
jam biologis Anda terganggu. Pada dasarnya, tubuh manusia mengalami serangkaian
siklus rumit yang membuat Anda bisa secara otomatis bangun ketika tubuh Anda sudah
cukup beristirahat. Hal tersebut yang juga memberitahu pikiran Anda untuk bangun
walaupun jam alarm Anda belum berbunyi, otak Anda sudah siap dan terlatih.
Sementara itu, jika Anda kemudian memilih untuk bangun lebih lama di akhir pekan,
maka Anda sama saja sedang merusak rutinitas yang otak Anda sudah pelajari. Anda
juga tidak bangun dengan keadaan prima pada hari kerja berikutnya karena otak Anda
belum siap untuk bangun pada waktu reguler Anda.Oleh sebab itu, bangunlah di waktu
yang sama seperti saat Anda bekerja. Yang berbeda, Anda tidak harus pergi ke kantor
atau terburu-buru untuk berpakaian rapi karena ada meeting mendadak, cukup datangi
kamar anak-anak Anda dan ajaklah mereka bersepeda keliling rumah.
2. Memanfaatkan pagi hari sebagai waktu keluarga
Dikutip dari Forbes, pikiran seseorang mencapai masa terbaiknya dua sampai empat
jam setelah mereka bangun. Oleh sebab itu, manfaatkan momen ini bersama keluarga.
Ajak mereka untuk berolahraga santai bersama di pagi hari. Setelah itu, ajak anak-anak
Anda duduk dan mulailah untuk membicarakan hal-hal yang disukainya atau apa yang
terjadi selama satu minggu ini. Obrolan santai dengan pasangan atau antar orang tua
dengan anak sangat baik bagi kesehatan mental Anda dan mereka.
3. Jujur terhadap diri sendiri dan orang lain
Menyeimbangkan kehidupan antara kantor dan sosial terasa lebih mudah jika Anda
belum menikah. Namun jika Anda sudah menikah dan memiliki anak-anak, maka waktu
Anda bukan lagi milik Anda sendiri, tetapi milik mereka semua. Oleh sebab itu, buatlah
perjanjian sederhana dengan keluarga kecil Anda soal kapan Anda harus bekerja dan

kapan harus menghabiskan waktu dengan mereka. Ceritakan bahwa Anda
membutuhkan konsentrasi saat bekerja dari siang setelah mereka berangkat sekolah
hingga malam setelah mereka pulang sekolah. Namun berjanjilah juga untuk
menyalurkan semua perhatian Anda di luar waktu bekerja Anda.
Menjadi seorang pengusaha memang pasti memiliki tekanan yang tak terelakkan,
namun bukan berarti stress tersebut tidak bisa dihindari. Jika Anda memiliki tingkat
energi dan stress yang selaras, serta tahu bagaimana cara memprioritaskannya, Anda
akan mendapatkan work-life flow yang seimbang, memberi Anda fokus, kesejahteraan,
dan kepuasan dalam semua aspek kehidupan Anda.
4. Jadwalkan sebuah perjalanan kecil-kecilan
Tidak harus pergi keliling Eropa layaknya sosialita Ibukota, Anda bisa melakukan
perjalanan kecil-kecilan bersama keluarga Anda. Jika anak-anak Anda sudah cukup
besar, maka Anda bisa mengajak mereka menonton konser. Anda juga bisa mengajak
mereka untuk bersantai di hotel yang nyaman. Supaya lebih menantang, Anda bisa
mencoba kegiatan-kegiatan yang sebelumnya belum pernah Anda lakukan.
Sebuah studi menunjukkan bahwa mengantisipasi sesuatu yang baik untuk datang
adalah bagian penting dari apa yang membuat aktivitas itu menyenangkan. Itulah
mengapa sebaiknya Anda membuat rencana perjalanan di akhir pekan supaya mood
keluarga Anda terus baik sepanjang minggu.
Semua yang sukses memang selalu bekerja keras dan giat, namun bukan berarti mereka tidak
memiliki waktu untuk dinikmati bersama keluarga dan orang-orang terdekat. Sesibuk apapun
pekerjaan Anda, cobalah untuk tetap menyisihkan yang bisa dihabiskan bersama keluarga atau
sekedar melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan, selain bekerja. Paling tidak, hal itulah
yang menjadi pembeda antara Anda sebagai manusia atau budak pekerjaan.

Sebelumnya Berikutnya