Membuka cabang toko atau bisnis baru bukan perihal sederhana, berkeputusan untuk
melakukannya tentu saja harus melewati banyak pertimbangan. Apalagi jika sebelumnya Anda
adalah seorang pekerja kantoran yang tidak memiliki darah pengusaha dari keluarga, pasti ada
ketakutan dan kekhawatiran tersendiri dalam diri yang membuat Anda tidak percaya diri.
Dikutip dari Work It Daily, sebesar 90% bisnis baru yang dibuka berakhir dengan kegagalan. Hal
tersebut menunjukkan bahwa untuk membangun bisnis baru atau membuka cabang toko, Anda
perlu untuk menyiapkan langkah-langkah strategis dan tidak terburu-buru. Persiapan yang
matang akan membawa Anda terhindar dari perangkap-perangkap yang bisa menghancurkan
bisnis Anda ke depannya. Oleh sebab itu, berikut lima tips membuka cabang toko atau bisnis
baru yang bisa menjadi salah satu panduan Anda:
1. Jangan terlalu banyak atau sedikit dalam pengeluaran
Memulai bisnis baru atau berencana membuka cabang toko bisa sangat membebani
Anda dan keluarga secara finansial. Maka dari itu, Anda perlu belajar dimana dan kapan
Anda sebaiknya mengeluarkan uang. Penting bagi Anda untuk tidak menyia-nyiakan
rupiah, sekecil apapun nilainya, hanya untuk sesuatu yang sebenarnya tidak Anda,
keluarga, atau bisnis Anda butuhkan.
Tetapi, satu hal yang tidak boleh juga Anda lupakan adalah konsep mengeluarkan uang
untuk kemajuan usaha bisnis. Jika Anda memang harus mengeluarkan uang untuk
menghasilkan uang, maka lakukanlah. Jangan terlalu ekonomis pada hal-hal yang
sebenarnya memang dibutuhkan perusahaan. Sebagai contoh, Anda mungkin harus
menginvestasikan belasan juta untuk daftar vendor online, tetapi mengeluarkan uang
sebesar ratusan ribu untuk pembelian merchandise bagi para pelanggan baru akan
terasa sisa-sia.
Dalam membuka cabang toko atau bisnis baru, Anda sebaiknya juga mengikuti
perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi biasanya menawarkan program atau
aplikasi yang bisa membuat perusahaan Anda menghemat waktu. Karena, seperti
sebuah pepatah terkenal katakan, “time is money”.
2. Melakukan penelitian
Ian Wright, founder dari British Business Energy menyarankan untuk melakukan
penelitian terlebih dahulu sebelum Anda benar-benar membuka cabang toko atau
menjalankan sebuah bisnis baru. Telitilah lanskap kompetisi yang akan Anda dan bisnis
Anda hadapi karena ide cemerlang Anda tidak bisa menjadi jaminan yang kuat. Siapa
yang tahu bahwa ternyata ide bisnis Anda sudah diterapkan oleh orang lain?
Dengan mengetahui kompetisi bisnis yang akan terjadi, mau tidak mau Anda akan
berpikir keras untuk mencari tahu nilai lebih produk Anda ketimbang dari produk
pesaing Anda. Bisa jadi, ketika Anda tidak mendapatkan nilai tambah dari produk yang
Anda jual, maka bukan tidak mungkin Anda berpikir ulang dan justru mengurungkan
niat untuk membangun bisnis baru.
3. Membuat rencana bisnis yang solid
Karena kebanyakan orang berpendapat bahwa menjadi pengusaha jauh lebih baik
ketimbang menjadi pekerja kantoran, maka tidak sedikit orang yang kemudian terburu-
buru meninggalkan pekerjaan sebelumnya hanya untuk membangun bisnis baru.
Sayangnya, kebanyakan dari mereka yang “termakan” opini tersebut justru membangun
sebuah bisnis tanpa membuat rencana bisnis yang solid sebelumnya. Padahal, rencana

bisnis adalah peta penuntun arah perusahaan, salah satu elemen yang paling krusial
dalam membangun bisnis. Selain itu, rencana bisnis juga berisi strategi-strategi yang
diperlukan untuk mencari dana dan merekrut orang-orang berbakat supaya mau
bergabung dengan tim Anda.
Rencana bisnis biasanya terdiri dari tujuan perusahaan dan apa saja langkah yang harus
dilakukan dalam mencapai tujuan tersebut. Bahkan, ada sebuah kutipan menarik yang
menjelaskan bahwa “those who fail to plan, plan to fail.” (Mereka yang gagal berencana,
berencana untuk gagal).
Jika Anda kesulitan mengejawantahkan tujuan perusahaan dalam bentuk tulisan atau
dokumen, cobalah untuk menuliskan garis besarnya dalam secarik kertas terlebih
dahulu. Setelah itu, ajak satu orang yang paling Anda percayai untuk berdiskusi
membicarakan garis besar tujuan awal tadi secara bersama-sama. Berdiskusi dengan
orang yang memiliki kapasitas akan memberikan Anda pencerahan ke mana bisnis Anda
akan berjalan ke depannya.
4. Cari seorang mentor
Mentor mungkin istilah yang jarang digunakan dalam dunia bisnis, padahal fungsinya
sangat berpengaruh dalam stabilitas bisnis yang akan Anda bangun. Dikutip dari
Business News Daily, Ben Walker, founder dan CEO Transcription Outsourcing
menceritakan bahwa perusahaannya tidak akan bertumbuh seperti hari ini dan menjaga
karyawan-karyawan terbaiknya jika Ia tidak memiliki mentor. Mentor bagi Ben adalah
sosok yang membantunya membuat keputusan, membimbingnya ketika perusahaannya
mulai salah arah, dan memberikan umpan balik (feedback) terhadap kinerja
perusahaannya.
5. Mengetahui persyaratan pajak
Anda sebaiknya mengorganisasi pajak karena hal tersebut menyangkut seluruh
keuangan perusahaan. Anda juga harus mencari tahu berapa gaji Anda akan dilakukan
agar pembayaran pajak Anda tepat waktu. Selain mengetahui pajak internal perusahaan,
cari tahu juga apakah ada biaya-biaya tertentu yang harus Anda bayarkan ke
pemerintah kota, provinsi, atau nasional.
Membuka cabang toko atau memulai sebuah bisnis baru bisa menjadi pengalaman paling
berharga sekaligus paling melelahkan. Oleh sebab itu, daripada Anda harus berhenti di tengah
jalan karena kelelahan, lebih baik Anda lelah di awal karena harus mempersiapkan bekal-bekal
yang berguna nanti saat kelelahan itu datang.

Sebelumnya Berikutnya